
Jakarta, carolinabeachfamilycampground Indonesia
—
Jakarta Fair
sudah kembali digelar sejak 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Selama lebih dari sebulan, Jakarta Fair biasanya jadi magnet bagi banyak pengunjung yang ingin berburu diskon, kuliner, hiburan, hingga
belanja
berbagai produk.
Namun makin ramai sebuah acara, makin besar pula risiko barang hilang. Tas yang terbuka, dompet di kantong luar, atau ponsel yang diletakkan sembarangan bisa menjadi sasaran empuk pencopet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips aman belanja di Jakarta Fair
Mengutip
Metropolitan Police UK
, pencopet kerap memang memanfaatkan kerumunan, dorongan tubuh, atau distraksi mendadak untuk mengambil barang korban.
Berikut sepuluh tips aman belanja di Jakarta Fair agar tas dan barang berharga tidak jadi sasaran copet.
1. Pakai tas selempang di depan badan
Saat datang ke tempat ramai, pilih tas yang mudah diawasi. Tas selempang atau crossbody yang posisinya di depan dada atau perut lebih aman dibanding tas yang dibiarkan menggantung di belakang.
Hindari memakai ransel di punggung saat berada di area padat. Dalam kondisi berdesakan, Anda mungkin tidak sadar jika ada orang membuka resleting atau bahkan merobek tas dan mencoba mengambil barang dari belakang.
2. Pilih tas yang bisa ditutup rapat
Tas terbuka seperti tote bag memang praktis, tetapi kurang aman untuk acara yang sangat ramai. Pilih tas dengan resleting, penutup tambahan, atau kompartemen dalam.
Jika memungkinkan, gunakan tas berbahan cukup tebal dan tali yang kuat. Tas seperti ini membuat barang lebih sulit dijangkau atau diambil secara cepat.
3. Cegah menaruh HP dan dompet di kantong luar
Kantong luar tas dan saku belakang celana adalah tempat yang paling mudah dijangkau orang lain. Di kerumunan, tubuh bisa terdorong dan perhatian mudah teralih.
4. Bagi uang di beberapa tempat
Sebaiknya jangan menyimpan semua uang tunai, kartu, dan identitas dalam satu dompet. Jika satu dompet hilang, semua barang penting ikut hilang.
Siapkan uang kecil di tempat yang mudah dijangkau untuk transaksi cepat. Adapun kartu utama, kartu cadangan, dan identitas bisa disimpan terpisah di bagian tas yang lebih aman.
5. Pegang tas saat masuk titik padat
Area seperti pintu masuk, antrean, lorong sempit, atau lapak yang ramai perlu lebih diwaspadai. Di situasi seperti ini, orang saling menempel dan dorongan tubuh sulit dihindari.
Saat melewati area padat, pegang badan tas dengan satu tangan. Pastikan resleting tertutup dan posisi tas tetap berada di depan tubuh.
Baca halaman selanjutnya…
6. Jangan terlalu sibuk saat transaksi
Momen membayar sering jadi saat paling rawan. Perhatian terbagi antara uang, barang belanjaan, penjual, dan antrean di belakang.
Sebaiknya siapkan uang kecil atau metode pembayaran sebelum sampai giliran. Setelah selesai membayar, langsung masukkan dompet dan tutup tas kembali.
7. Hindari terlalu sering mengecek tempat menyimpan uang
Kebiasaan menepuk tas atau mengecek dompet terlalu sering justru bisa memberi petunjuk kepada orang sekitar tentang lokasi barang berharga.
Cukup pastikan barang aman saat diperlukan. Setelah itu, biarkan tas tetap tertutup dan jangan terlalu sering menunjukkan posisi uang atau dompet.
8. Waspada distraksi mendadak
Distraksi sebagai salah satu teknik umum pencopet. Bentuknya bisa berupa orang tiba-tiba menabrak, pura-pura bertanya, menumpahkan sesuatu, membuat keributan, atau bergerombol terlalu dekat.
Jika ada kejadian mendadak, refleks pertama adalah pegang tas dan jaga jarak. Jangan langsung sepenuhnya fokus pada sumber keributan sampai lupa barang sendiri.
[Gambas:Photo carolinabeachfamilycampground]
9. Usahakan tidak membawa barang terlalu banyak
Makin banyak tas belanja, kantong, dan barang tentengan, makin sulit mengawasi semuanya. Untuk acara seperti Jakarta Fair, bawa barang seperlunya saja.
Gunakan satu tas utama untuk barang berharga dan satu tas belanja untuk barang yang baru dibeli.
10. Amankan HP setelah dipakai
HP sering jadi barang paling rawan karena sering dikeluarkan untuk foto, membayar, membuka maps, atau membalas pesan. Setelah digunakan, segera simpan kembali di tempat aman.
Anda juga bisa memakai phone strap atau lanyard agar ponsel tidak mudah jatuh atau diambil. Hindari meletakkan HP di meja lapak, di atas barang belanjaan, atau saku belakang.
Jika sadar menjadi korban pencopetan, utamakan keselamatan diri. Segera lapor ke petugas keamanan, polisi, atau pos informasi terdekat. Barang memang penting, tapi keselamatan diri tetap yang utama.
Add
as a preferred
source on Google
5 Tips Aman Lainnya Belanja di PRJ agar Tak Jadi Sasaran Copet
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Bos Kartel Narkoba Hells Angels Ditangkap di Bali Sudah Dideportasi
Baca lagi: Danantara Pangkas 258 BUMN dari 1.077 Perusahaan Pelat Merah
Baca lagi: Gibran Respons Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Semoga Segera Sembuh



7 Responses
Informasi yang dibagikan sangat jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.https://linkrankpro.shop/9kky2fl-agency-professional-links-finance-client-page-one-30-days/
Saya senang menemukan artikel dengan kualitas seperti ini. Referensi lain yang cukup menarik tersedia di Link alternatif Help Center JO777.
Artikel yang sangat bermanfaat dan layak dijadikan referensi. Informasi yang diberikan sangat lengkap serta mampu memberikan nilai tambah bagi para pembaca dari berbagai kalangan. Terima kasih atas artikel yang inspiratif ini. Jangan lupa mengunjungi https://kingranks.com/internet-and-business-online-the-art-of-reinvention/.
disini saya menemukan begitu banyak pengalaman dari kedua artikel ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/rice-2/ silahkan dicoba ya
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://andscape.com/features/artists-murals-draw-on-alis-confidence-black-masculinity-and-tenacity/ yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://tudomuaban.com/chi-tiet-rao-vat/2366135/bong88living.html yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://app.opencve.io/cve/CVE-2008-5725 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.