15 Museum Hidden Gem di Jakarta, Sepi tapi Sarat Cerita

Jakarta, carolinabeachfamilycampground Indonesia

Jakarta

selama ini identik dengan Museum Nasional, Museum Fatahillah, atau Museum Bank Indonesia yang hampir selalu dipadati

wisatawan

. Padahal, di balik museum-

museum

populer tersebut, ibu kota masih menyimpan banyak destinasi edukatif yang belum banyak diketahui masyarakat.

Museum-museum ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Ada yang mengajak pengunjung menelusuri jejak perjuangan bangsa, mengenal budaya Betawi, melihat karya maestro seni Indonesia, hingga memahami kekayaan hutan Nusantara.

Karena belum terlalu ramai, suasananya pun lebih tenang sehingga pengunjung bisa menikmati setiap koleksi dengan lebih leluasa. Bagi Anda yang sedang mencari alternatif wisata akhir pekan, berikut 15 museum hidden gem di Jakarta yang tak kalah menarik untuk dikunjungi:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Museum Kebangkitan Nasional

Museum ini berdiri di bekas gedung School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), sekolah kedokteran pertama bagi pribumi yang menjadi tempat lahirnya banyak tokoh pergerakan nasional. Dari tempat inilah organisasi Boedi Oetomo berdiri pada 1908 dan menjadi tonggak awal Kebangkitan Nasional Indonesia.

Begitu memasuki area museum, pengunjung akan diajak menyusuri ruang kelas, laboratorium, asrama mahasiswa, hingga ruang praktik kedokteran yang masih dipertahankan menyerupai kondisi aslinya. Berbagai alat kesehatan tempo dulu, foto-foto bersejarah, serta dokumentasi perjuangan para mahasiswa STOVIA membuat suasana belajar pada masa kolonial terasa hidup kembali.

Tak hanya menyimpan benda-benda bersejarah, museum ini juga menceritakan bagaimana pendidikan menjadi salah satu jalan lahirnya kesadaran nasional yang kemudian mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. Museum ini bisa dikunjungi di Jl. Abdul Rahman Saleh No.26, Senen, Jakarta Pusat.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Bangunan bergaya kolonial yang berdiri di kawasan Menteng ini merupakan rumah Laksamana Tadashi Maeda, lokasi Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo menyusun naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada dini hari 17 Agustus 1945.

Memasuki museum, pengunjung dapat melihat ruang pertemuan tempat para tokoh bangsa berdiskusi sebelum merumuskan proklamasi. Di bagian lain terdapat ruang perumusan yang dilengkapi replika meja dan patung Soekarno, Hatta, serta Ahmad Soebardjo.

Tak jauh dari sana terdapat ruang pengetikan naskah hingga ruang pengesahan yang menjadi saksi perjalanan lahirnya Indonesia merdeka. Museum ini juga menyimpan berbagai foto dokumentasi, arsip perjuangan, perpustakaan, hingga bunker bawah tanah yang jarang diketahui pengunjung.

Suasana bangunannya yang masih mempertahankan arsitektur kolonial membuat pengalaman menyusuri museum terasa semakin berkesan. Mseum ini berada di Jl. Imam Bonjol No.1, Menteng, Jakarta Pusat.

3. Museum Gedung Joang ’45

Museum ini dulunya menjadi tempat berkumpul para tokoh pergerakan nasional menjelang kemerdekaan Indonesia. Kini, berbagai koleksi sejarah seperti foto dokumentasi, senjata, artefak perjuangan, hingga kendaraan bersejarah dipamerkan untuk mengenang perjalanan bangsa menuju kemerdekaan.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah kendaraan dinas Presiden Soekarno yang masih terawat dengan baik. Selain itu, museum juga memiliki ruang pamer yang menceritakan dinamika perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

Menariknya lagi, museum ini dapat dikunjungi secara gratis sehingga menjadi salah satu pilihan wisata sejarah yang ramah di kantong. Berada di Jl. Menteng Raya No.31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

4. Museum Sumpah Pemuda

Museum yang berada di Jalan Kramat Raya ini dulunya merupakan tempat berlangsungnya Kongres Pemuda II. Begitu memasuki area museum, pengunjung akan disambut patung-patung para pemuda yang menggambarkan suasana kongres saat itu.

Di ruang utama, terdapat diorama serta berbagai koleksi yang menceritakan proses lahirnya Sumpah Pemuda sebagai simbol persatuan bangsa. Tak jauh dari sana terdapat ruang khusus yang mengenang Wage Rudolf Soepratman, lengkap dengan kisah perjuangannya menciptakan lagu Indonesia Raya.

Museum ini juga memiliki ruang pamer berisi berbagai kutipan perjuangan para tokoh bangsa yang masih relevan hingga sekarang. Bagi generasi muda, museum ini menjadi tempat yang tepat untuk memahami bagaimana semangat persatuan lahir dari perbedaan.

5. Museum Satria Mandala

Berbeda dengan museum sejarah pada umumnya, Museum Satria Mandala mengajak pengunjung mengenal perjalanan Tentara Nasional Indonesia dari masa revolusi hingga era modern.

Berlokasi di kawasan Gatot Subroto, museum ini menyimpan berbagai koleksi persenjataan, kendaraan tempur, tank, helikopter, pesawat, hingga kapal perang yang pernah digunakan dalam berbagai operasi militer.

Sebelum memasuki gedung utama, pengunjung akan disambut deretan alutsista berukuran besar yang dipajang di area luar museum. Sementara di dalam gedung, terdapat diorama perjuangan TNI, koleksi seragam militer dari berbagai zaman, hingga dokumentasi operasi-operasi penting dalam sejarah Indonesia.

Tak hanya menarik bagi pencinta sejarah, museum ini juga menjadi destinasi favorit keluarga karena anak-anak dapat melihat secara langsung berbagai kendaraan tempur yang sebelumnya hanya mereka lihat di televisi atau buku pelajaran.

6. Museum Benyamin Suaeb

Nama Benyamin Suaeb sudah melekat sebagai salah satu ikon budaya Betawi. Kariernya sebagai aktor, penyanyi, pelawak, hingga budayawan membuat sosoknya dikenang lintas generasi. Untuk mengenang perjalanan hidupnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendirikan Museum Benyamin Suaeb di kawasan Jakarta Timur.

Bangunan museum memadukan konsep heritage dengan sentuhan khas Betawi. Halaman yang dipenuhi pepohonan membuat suasananya terasa teduh sejak pertama kali pengunjung datang.

Di dalam museum tersimpan berbagai benda pribadi milik Benyamin, mulai dari pakaian, alat musik, foto-foto perjalanan karier, penghargaan, hingga berbagai memorabilia yang menjadi saksi kiprahnya di dunia hiburan Indonesia.

Tak sekadar mengenang sosok Benyamin, museum ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi muda. Pengunjung dapat melihat bagaimana Benyamin menjadikan seni sebagai media untuk melestarikan identitas masyarakat Betawi.

Museum ini berada di Jl. Bekasi Timur Raya, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.

7. Museum Betawi

Tak lengkap rasanya berbicara tentang Jakarta tanpa mengenal masyarakat Betawi sebagai penduduk asli ibu kota. Jika ingin memahami budaya Betawi lebih dekat, Museum Betawi bisa menjadi pilihan.

Museum yang berada di kawasan Jagakarsa ini dirancang sebagai etalase budaya Betawi. Begitu memasuki ruang pamer, pengunjung akan disuguhi berbagai koleksi pakaian adat, alat musik tradisional, miniatur rumah Betawi, hingga beragam perlengkapan rumah tangga yang digunakan masyarakat Betawi pada masa lalu.

Yang menarik, museum ini tak hanya menghadirkan koleksi benda, tetapi juga berbagai aktivitas interaktif sehingga pengunjung dapat belajar budaya dengan cara yang lebih menyenangkan.

Arsitektur bangunannya yang megah berpadu dengan interior modern membuat museum ini terasa berbeda dari museum sejarah pada umumnya. Tempat ini cocok menjadi destinasi keluarga maupun pelajar yang ingin mengenal sejarah dan budaya Jakarta secara lebih mendalam.

8. Museum Basuki Abdullah

Bagi pencinta seni rupa, Museum Basuki Abdullah adalah hidden gem yang tak boleh dilewatkan.

Museum ini merupakan bekas rumah pribadi pelukis legendaris Basuki Abdullah yang kemudian diubah menjadi museum. Suasananya terasa begitu personal karena sebagian besar ruangan masih mempertahankan nuansa rumah tinggal sang maestro.

Di lantai pertama, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi pribadi Basuki Abdullah, seperti wayang, patung, perlengkapan melukis, pakaian, buku-buku, hingga ruang memorial yang menyimpan kisah akhir hidupnya.

Sementara itu, lantai dua dipenuhi puluhan lukisan karya Basuki Abdullah dengan berbagai tema, mulai dari panorama alam Indonesia, potret tokoh nasional, hingga karya-karya bernuansa romantis yang menjadi ciri khasnya.

Museum ini juga memiliki perpustakaan yang menyimpan ribuan koleksi buku seni sehingga cocok bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan salah satu maestro seni lukis Indonesia.

Museum ini berada di Jl. Keuangan Raya No.19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

9. Museum Hakka Indonesia

Di tengah ramainya kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), terdapat sebuah

museum

yang masih jarang diketahui

wisatawan

, yakni Museum Hakka Indonesia.

Museum ini memperkenalkan sejarah panjang masyarakat Hakka yang telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia selama ratusan tahun. Berbagai koleksi yang dipamerkan meliputi perlengkapan rumah tangga, alat meracik obat herbal, pakaian tradisional, foto-foto sejarah, hingga dokumentasi perjalanan masyarakat Hakka dari Tiongkok menuju Nusantara.

Melalui berbagai koleksi tersebut, pengunjung dapat memahami bagaimana komunitas Hakka berkontribusi dalam perkembangan ekonomi, budaya, hingga kehidupan sosial di Indonesia.

Museum ini juga menjadi salah satu destinasi menarik untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak. Beralamat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jl. Raya Taman Mini, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

10. Museum Wayang

Berada tak jauh dari Museum Fatahillah, Museum Wayang sering kali luput dari perhatian wisatawan. Padahal, museum ini menyimpan salah satu koleksi wayang terlengkap di Indonesia.

Sekitar 4.000 koleksi wayang dipamerkan di sini, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang beber, hingga wayang dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, China, dan Suriname.

Tak hanya mengenalkan jenis-jenis wayang, museum ini juga menjelaskan sejarah perkembangan seni pedalangan di Indonesia beserta tokoh-tokoh pewayangan yang telah menjadi bagian dari budaya Nusantara selama berabad-abad.

Jika datang pada hari Minggu pagi, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan wayang yang dibawakan dalang secara langsung. Pengalaman ini membuat kunjungan ke museum terasa lebih hidup dibanding sekadar melihat koleksi di balik etalase.

11. Museum Bahari

Jakarta tak bisa dipisahkan dari sejarah maritimnya. Sebagai kota pelabuhan yang berkembang sejak masa kerajaan hingga kolonial, banyak kisah pelayaran Nusantara yang tersimpan di Museum Bahari.

Museum yang berada di kawasan Sunda Kelapa ini menempati bekas gudang rempah milik VOC yang dibangun pada abad ke-17. Dari luar, bangunannya masih mempertahankan arsitektur kolonial yang khas, sementara di dalamnya pengunjung akan menemukan berbagai koleksi yang berkaitan dengan dunia pelayaran dan kelautan Indonesia.

Mulai dari perahu tradisional dari berbagai daerah, miniatur kapal, alat navigasi, peta pelayaran kuno, hingga koleksi rempah-rempah yang dahulu menjadi komoditas paling diburu bangsa Eropa tersimpan rapi di museum ini.

Selain mengenalkan sejarah maritim Indonesia, Museum Bahari juga memperlihatkan bagaimana laut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun silam. Berada di Jl. Pasar Ikan No.1, Penjaringan, Jakarta Utara.

12. Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo

Bagi pencinta alam, Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding museum lainnya di Jakarta.

Museum ini menjadi pusat edukasi mengenai kekayaan hutan Indonesia sekaligus pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai koleksi kayu dari berbagai daerah, tumbuhan, satwa, hingga dokumentasi sejarah kehutanan Indonesia dipamerkan secara informatif.

Salah satu koleksi favorit pengunjung adalah diorama hutan mini yang dibuat menyerupai kondisi hutan asli lengkap dengan informasi mengenai flora, fauna, dan keanekaragaman hayati Indonesia. Museum ini menjadi destinasi yang cocok dikunjungi bersama anak-anak karena menyajikan edukasi lingkungan dengan cara yang mudah dipahami.

Museum ini ada di Kompleks Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

13. Museum Taman Prasasti

Sekilas, Museum Taman Prasasti mungkin terlihat seperti kompleks pemakaman tua. Namun, justru itulah yang membuat museum ini menjadi salah satu destinasi paling unik di Jakarta.

Dulunya, kawasan ini merupakan pemakaman umum Kebon Jahe Kober pada masa kolonial Belanda. Pada 1977, kawasan tersebut diresmikan menjadi museum cagar budaya yang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah.

Di dalamnya terdapat ratusan nisan kuno dengan ukiran artistik, patung-patung bergaya Eropa, kereta jenazah antik, hingga miniatur makam dari berbagai provinsi di Indonesia. Suasana yang tenang membuat museum ini sering menjadi lokasi favorit bagi pencinta fotografi maupun penikmat sejarah.

Museum ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh penting, salah satunya aktivis Soe Hok Gie.

14. Museum di Tengah Kebun

Di balik padatnya kawasan Kemang, tersembunyi sebuah museum privat yang menawarkan pengalaman berbeda.

Museum di Tengah Kebun benar-benar berada di tengah area hijau yang rindang sehingga suasananya jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Museum ini menyimpan lebih dari 2.400 artefak dari Indonesia maupun berbagai negara yang dipamerkan di 15 ruang berbeda.

Setiap ruangan memiliki tema tersendiri, mulai dari koleksi keramik, patung, perhiasan, hingga benda-benda antik yang dikumpulkan selama puluhan tahun oleh pendirinya.

Menariknya, pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam ruang pamer agar bisa menikmati setiap koleksi dengan lebih khusyuk. Sebagai gantinya, area taman yang dipenuhi pepohonan dan gazebo menjadi spot favorit untuk berfoto.

Karena merupakan museum privat, jumlah pengunjung dibatasi sehingga reservasi wajib dilakukan setidaknya dua hari sebelum kedatangan. Museum ini berada di Jl. Kemang Timur No.66, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

15. Museum Art:1 New Museum (eks Art Mon Décor)

Jika museum identik dengan benda-benda kuno, Art:1 New Museum menawarkan pengalaman yang berbeda. Museum seni kontemporer ini tampil modern layaknya galeri seni internasional dan menjadi salah satu hidden gem bagi pencinta seni rupa di Jakarta.

Sebelumnya dikenal sebagai Museum Art Mon Décor, museum ini pernah mendapat penghargaan sebagai museum dengan sarana dan fasilitas terbaik bagi pengunjung. Koleksinya menampilkan karya para maestro seni Indonesia seperti Affandi, Srihadi Soedarsono, Sunaryo, hingga seniman-seniman kontemporer lainnya.

Keistimewaan museum ini terletak pada pamerannya yang rutin berganti. Karena itu, setiap kunjungan dapat menghadirkan pengalaman baru. Ruang-ruang pamer yang luas dengan pencahayaan yang tertata membuat pengunjung bisa menikmati setiap karya secara maksimal.

Bagi Anda yang ingin menikmati sisi lain Jakarta melalui seni kontemporer, museum ini layak masuk dalam daftar kunjungan. Museum ini berada di Jl. Rajawali Selatan Raya No.3, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Add

as a preferred

source on Google

15 Museum Hidden Gem di Jakarta, Sepi tapi Sarat Cerita

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Istri Bupati Kuansing Dipulangkan Usai Terjaring OTT KPK

Baca lagi: Marquez Tiru ‘Jurus’ Rossi di MotoGP Belanda, Tidak Berhasil Sempurna

Baca lagi: Presiden Korsel Kesal hingga Minta Maaf Timnas Gagal Lolos Piala Dunia

16 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: