
Daftar Isi
Kota dengan risiko penipuan dan copet tertinggi
1. Bangkok, Thailand
2. Paris, Prancis
3. Praha, Republik Ceko
4. Shanghai, China
5. Agra, India
Jakarta, carolinabeachfamilycampground Indonesia
—
Bagi banyak orang,
liburan
adalah momen untuk bersantai dan menikmati
destinasi
impian. Namun,
perjalanan
bisa berubah menjadi pengalaman yang menyebalkan jika dompet, paspor, atau ponsel hilang akibat dicopet, atau uang melayang karena menjadi korban penipuan.
Kasus copet dan penipuan terhadap wisatawan memang bisa terjadi di mana saja. Namun, sebuah laporan terbaru menunjukkan ada beberapa kota di dunia yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan destinasi lainnya.
Melansir
Travel + Leisur
e
, tim asuransi perjalanan Compare the Market baru-baru ini merilis daftar kota dengan persepsi risiko penipuan dan pencopetan tertinggi di dunia. Laporan tersebut disusun dengan menggabungkan beberapa indikator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menghitung jumlah ulasan di TripAdvisor yang menyebut kasus pencopetan dan pencurian pada 10 objek wisata paling populer di setiap kota, dihitung per 1.000 ulasan.
Selain itu, mereka juga menggunakan data dari Numbeo, basis data daring yang menghimpun persepsi masyarakat terkait kualitas hidup dan tingkat kriminalitas, termasuk kekhawatiran warga maupun wisatawan terhadap risiko dirampok atau dicuri.
Seluruh data kemudian dinormalisasi dan digabungkan menjadi skor risiko persepsi pencopetan dan pencurian dari skala 0 hingga 100. Semakin tinggi skornya, semakin tinggi pula persepsi risiko di kota tersebut.
Kota dengan risiko penipuan dan copet tertinggi
1. Bangkok, Thailand
Bangkok menempati posisi pertama dengan skor 83,45. Meski demikian, laporan tersebut mencatat bahwa persepsi wisatawan mengenai risiko dirampok di Bangkok sebenarnya masih tergolong rendah.
Hal ini diduga karena banyak turis lebih sering mengalami modus penipuan dibandingkan pencopetan, atau belum sepenuhnya menyadari berbagai modus yang umum terjadi di kota tersebut. Salah satu lokasi yang paling sering disebut dalam ulasan terkait penipuan dan pencopetan adalah kawasan Grand Palace.
Objek wisata ikonik ini mencatat tingkat penyebutan kasus sebesar 26,16 per 1.000 ulasan, sehingga wisatawan disarankan lebih berhati-hati saat berada di area tersebut.
2. Paris, Prancis
Paris berada di posisi kedua dengan skor 68,81. Berbeda dengan Bangkok, kasus yang paling banyak dikeluhkan wisatawan di Paris adalah pencopetan. Tingkat kekhawatiran terhadap aksi perampokan juga relatif tinggi.
Menurut laporan tersebut, kawasan Basilique du Sacré-Cœur de Montmartre menjadi salah satu lokasi yang paling sering dikaitkan dengan kasus pencurian maupun penipuan terhadap wisatawan.
3. Praha, Republik Ceko
Praha menempati posisi ketiga. Kota bersejarah ini dinilai memiliki tingkat pencopetan yang cukup tinggi, dengan total penyebutan kasus pencurian dan penipuan mencapai 6,51 pada indikator gabungan yang digunakan dalam penelitian.
4. Shanghai, China
Shanghai berada di peringkat keempat dalam daftar tersebut. Meski dikenal sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di dunia, wisatawan tetap disarankan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di kawasan wisata yang ramai pengunjung.
5. Agra, India
Agra melengkapi lima besar kota dengan risiko penipuan dan pencopetan tertinggi. Kota yang menjadi rumah bagi Taj Mahal ini masuk dalam daftar karena tingginya persepsi risiko pencurian dan berbagai modus penipuan yang menyasar wisatawan.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video carolinabeachfamilycampground]
Baca lagi: Iran Marah Diserang AS Lagi, Ancam Balas Dendam
Baca lagi: 61 Penumpang Menghilang usai Check-in Penerbangan ke Malaysia
Baca lagi: AS Serang Iran Lagi, Belasan Pesawat Militer ‘Kepung’ Selat Hormuz




10 Responses
Artikel ini laksana laboratorium pemikiran yang sukses menguji dan mengonfirmasi keabsahan sebuah hipotesis secara ilmiah http://foobar2000.xrea.jp/index.php?Playlist+Tree+%E8%A7%A3%E8%AA%AC
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke https://kldp.org/comment/268750 deh, lumayan nambah wawasan.
Saya menikmati setiap bagian dari artikel ini. Sebelum menutup browser, saya juga sempat membuka [http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml](http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml).
Pembahasan yang santai seperti ini justru lebih mudah dipahami. Saya juga menemukan bacaan menarik di [https://thejournal.com/articles/1999/06/01/assessing-technology.aspx](https://thejournal.com/articles/1999/06/01/assessing-technology.aspx).
Konten ini memberikan keuntungan kompetitif yang substansial karena memuat rangkuman praktik terbaik (best practices) yang teruji. https://teknokrat.ac.id/pentingnya-tujuan-fungsi-dan-manfaat-dari-menulis/
Artikel ini memancarkan aura akademis yang kuat, menjadikannya standar baku bagi penulisan esai analitis yang berwibawa. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/issue/view/27
Sebuah ulasan yang tidak hanya singgah di kepala, tapi juga menetap dan memicu aksi nyatahttps://annica-skin-serum-official-website.webflow.io/
Penulis sangat cerdik dalam menyelipkan poin-poin krusial di balik narasi yang tampak sederhana https://love-bears-male-enhancement-gummies-rev.webflow.io/
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200933987 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://kldp.org/comment/259014 di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.