
Jakarta, carolinabeachfamilycampground Indonesia
—
Tahan dulu buat kamu yang berencana mendaki
Gunung Gede Pangrango
pada Juli mendatang. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup jalur pendakian dan wisata pada 23-29 Juli 2026.
Ditutupnya jalur pendakian itu berkaitan dengan digelarnya kejuaraan Jakarta Open Trail Run (JOTR) dan rangkaian South East Asia Trail Running Conferderation.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan, penutupan yang berlak untuk sejumlah destinasi wisata di dalam kawasan TNGGP berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 dan 12 Tahun 2026.
“Penutupan dilakukan selama satu pekan penuh, sehingga tidak ada pendaki atau wisatawan yang masuk jalur pendakian karena jalur dikhususkan untuk peserta JOTR,” ujar Agus, Senin (22/6), melansir
Antara
.
Tidak ada penjadwalan ulang atau pengembalian dana, lantaran pendaftaran daring belum dibuka untuk periode tersebut. Namun, calon pendaki dan wisata yang ingin memasuki kawasan TNGGP dianjurkan untuk mendaftar setelah kegiatan JOTR.
Kegiatan berskala internasional ini akan digelar selama tujuh hari. Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, Balai Besar TNGGP bakal memperbaiki sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan di sepanjang jalur pendakian.
Agus mengimbau agar pendaki dan wisatawan yang hendak berkunjung di tanggal tersebut untuk memilih tanggalan lain.
“Bagi calon pendaki dan wisatawan, kami sarankan melakukan pendaftaran daring setelah kegiatan selesai. Selama penutupan, jalur pendakian akan diawasi ketat oleh petugas, termasuk melibatkan masyarakat sekitar,” ujar Agus.
Agus juga menegaskan, sanksi tegas akan diterapkan jika ada pendaki atau wisatawan yang tetap nekad menerobos jalur TNGGP tanpa izin. Salah satu sanksi yang diberikan adalah pendaki masuk daftar hitam pendakian di seluruh taman nasional di Indonesia.
(antara/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Stephen Chow Bocorkan Film Kung Fu Soccer Tayang Juli 2026
Baca lagi: Tod’s dan Gaya Hidup Italia dalam Bisikan Lantang
Baca lagi: Banjir Kepung Surabaya di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya




One Response
Selesai membaca artikel ini, ada kepuasan intelektual tersendiri yang sulit dijelaskan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B9%87hny2021/ inovasi banget jadi nya