
Jakarta, carolinabeachfamilycampground Indonesia
—
Museum
tak lagi sekadar tempat melihat benda-benda bersejarah di balik etalase kaca. Kini, ada cara baru yang membuat pengalaman berkunjung ke museum terasa lebih seru, yakni berburu cap
paspor
dari satu museum ke museum lainnya.
Lewat Museum Passport atau Paspor Museum,
wisatawan
diajak menjelajahi berbagai museum di Indonesia sambil mengumpulkan cap unik sebagai penanda perjalanan. Konsep yang selama ini populer di sejumlah negara seperti Jepang itu kini resmi hadir di Indonesia dan menjadi alternatif wisata yang menarik, terutama bagi pencinta sejarah sekaligus kolektor suvenir.
Museum Passport resmi dirilis oleh Kementerian Kebudayaan melalui unit Museum dan Cagar Budaya (MCB). Buku kecil ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat mengoleksi cap, tetapi juga menjadi panduan untuk menjelajahi museum-museum yang berada di bawah naungan MCB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi wisatawan yang gemar mengabadikan perjalanan, Museum Passport menawarkan pengalaman berbeda. Alih-alih sekadar memotret bangunan atau membeli cenderamata, pengunjung dapat meninggalkan jejak perjalanan dalam bentuk cap yang dikumpulkan dari setiap museum yang dikunjungi.
Menariknya lagi, setiap museum memiliki desain cap yang berbeda. Artinya, semakin banyak museum yang dikunjungi, semakin beragam pula koleksi cap yang memenuhi halaman paspor tersebut. Hal inilah yang membuat kegiatan berburu cap menjadi tantangan sekaligus keseruan tersendiri.
Tak hanya menjadi koleksi, Museum Passport juga memberikan keuntungan praktis. Saat membeli buku ini, pemilik akan memperoleh voucer tiket masuk gratis ke museum-museum di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya.
Dengan demikian, pengunjung tidak perlu lagi membeli tiket secara terpisah untuk museum yang termasuk dalam program tersebut.
Museum Passport dijual mulai Rp81 ribu dari harga normal Rp89 ribu. Buku ini dapat diperoleh di Museum Nasional Indonesia, museum-museum di bawah naungan MCB, Gramedia Matraman, Gramedia Jalma, serta melalui situs dan aplikasi Gramedia.
Sejak diluncurkan, jumlah museum yang menyediakan cap terus bertambah. Awalnya terdapat 16 museum peserta. Kemudian, Museum Bahari di Jakarta Utara dan Museum Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu turut bergabung sehingga memperluas pilihan destinasi bagi para pemburu cap.
Melalui akun Instagram resmi Indonesia Heritage Agency, saat ini terdapat 21 lokasi yang menyediakan cap Museum Passport, yaitu:
• Museum Nasional Indonesia
• Museum Majapahit
• Museum Kebangkitan Nasional
• Museum Benteng Vredeburg
• Museum Batik Indonesia
• Museum Kepresidenan RI Balai Kirti
• Museum Prasejarah Semedo
• Museum Song Terus
• Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari
• Museum Perjuangan Yogyakarta
• Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu
• Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung
• Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Bukuran
• Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan
• Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Manyarejo
• Galeri Nasional Indonesia
• Museum Bahari
• Museum Arkeologi Onrust
• Museum Wayang
• Museum Seni Rupa & Keramik
• Museum Tekstil
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video carolinabeachfamilycampground]
Baca lagi: Membedah Asal-usul One Wish Willow Film Horor Obsession
Baca lagi: FOTO: Ogura Juara MotoGP Belanda, Martin Kudeta Bezzecchi di Klasemen
Baca lagi: KontraS Temukan Dugaan Massa Bayaran Pancing Kericuhan Demo Surabaya



19 Responses
Saya akan kembali lagi untuk membaca artikel terbaru di blog ini. Sementara itu, saya juga mengikuti update di http://www.rohitab.com/discuss/user/2264548-king88comguru/?tab=friends.
Keberadaan artikel seperti ini membuat internet menjadi tempat yang jauh lebih berharga untuk dijelajahi https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9196-2/
Artikel ini cukup menarik untuk dibaca. Saya jadi ingin mencari referensi lain dan kebetulan menemukan https://www.fyple.com/company/public-relations-newsroom-o69ciwl/.
Sebuah kontribusi ilmu yang sangat berharga bagi pembaca. Terima kasih banyak atas kebaikan Anda membagikan ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/04jul2564/
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://lb02.smashwords.com/profile/view/SteveKuhn deh, lengkap parah!
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://www.sitelike.org/similar/naijahall.com.ng/ yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Daya guna artikel ini melampaui ekspektasi saya. Ini adalah panduan bertahan hidup di industri modern http://www.kufirst.center.ku.ac.th/rains_ku/
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://magic.ly/mpikyys/Seni-Menikmati-Hidup:-Menjelajahi-Pengalaman-Kuliner-yang-Tak-Terlupakan dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Artikel ini memberikan pencerahan yang bersifat universal, melintasi sekat-sekat perbedaan pandangan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9457-2/
Penulis menyodorkan alternatif penyelesaian masalah yang sangat efisien dari sudut pandang alokasi sumber daya https://el.wikipedia.org/wiki/%CE%A7%CE%B1%CE%BD%CE%BF%CF%85%CE%BA%CE%AC
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://www.buzzbii.com/epicureannycom?lang=italian.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://en.wikipedia.org/wiki/Kwon_Young-ghil juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Artikel ini secara nyata mampu mengintegrasikan tuntutan regulasi dengan dinamika kebutuhan operasional secara selaras https://magic.ly/erpeeee/HIPDUT
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=90800 karena mirip-mirip pembahasannya.
Saya akan membagikan artikel ini kepada teman yang membutuhkan informasi serupa. Saya juga menyarankan melihat https://wpsites.ucalgary.ca/gilkaplan/tag/celiac-disease/.
Saya menghargai cara penulis menyampaikan informasi secara runtut. Sebagai tambahan, saya mengunjungi https://wpsites.ucalgary.ca/gilkaplan/tag/covid-19/.
Informasi yang disampaikan terasa objektif dan mudah dipahami. Saya juga melihat referensi lain di [https://hortalizate.es.tl/PROMO–s–PUBLICIDAD.htm](https://hortalizate.es.tl/PROMO–s–PUBLICIDAD.htm).
Terima kasih atas artikel yang sangat informatif. Semoga semakin banyak tulisan berkualitas seperti ini. Saya juga mengikuti referensi dari [http://www.geocities.ws/grayme_reborn/tea.html](http://www.geocities.ws/grayme_reborn/tea.html).
Saya senang menemukan artikel yang tidak hanya menarik tetapi juga bermanfaat. Saya juga menyimpan [https://www.techmeme.com/080924/p39](https://www.techmeme.com/080924/p39) sebagai referensi.