
Daftar Isi
1. Merasa tidak nyaman selama penerbangan
2. Ingin keluar lebih cepat
3. Sudah menjadi kebiasaan
4. Tubuh terasa pegal dan butuh bergerak
5. Tidak ingin terhambat penumpang lain
Keselamatan tetap yang utama
Jakarta, carolinabeachfamilycampground Indonesia
—
Pemandangan
penumpang
yang langsung berdiri begitu
pesawat
menyentuh landasan pacu tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan, tak sedikit yang buru-buru mengambil
tas
dari kompartemen atas dan mengantre di lorong, padahal pintu pesawat masih tertutup rapat.
Fenomena ini kerap memicu perdebatan. Sebagian orang menganggapnya sebagai perilaku yang mengganggu, sementara yang lain merasa itu hal yang wajar dilakukan setelah duduk berjam-jam selama penerbangan.
Padahal, awak kabin biasanya meminta penumpang tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang hingga pesawat benar-benar berhenti dan lampu tanda sabuk pengaman dimatikan. Selain demi kenyamanan bersama, aturan ini juga berkaitan dengan faktor keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip The Travel, sekitar 35 persen responden dalam sebuah survei menilai kebiasaan berdiri terlalu cepat setelah pesawat mendarat dapat mengganggu sekaligus berpotensi membahayakan penumpang lain.
Lantas, mengapa banyak orang tetap melakukannya? Dari sudut pandang psikologi dan perilaku manusia, ada sejumlah alasan yang menjelaskan fenomena tersebut:
1. Merasa tidak nyaman selama penerbangan
Bagi sebagian orang, momen pesawat mendarat menandai berakhirnya pengalaman yang membuat mereka cemas. Penumpang yang memiliki ketakutan terhadap ketinggian atau fobia terbang sering kali merasa lega begitu roda pesawat menyentuh landasan.
Keinginan untuk segera berdiri dan bersiap keluar bisa menjadi cara mereka mengurangi ketegangan emosional yang telah dirasakan sepanjang perjalanan. Semakin cepat mereka merasa ‘bebas’ dari pesawat, semakin cepat pula rasa cemas tersebut mereda.
2. Ingin keluar lebih cepat
Alasan yang paling sering ditemui adalah keinginan untuk segera meninggalkan pesawat. Beberapa penumpang mungkin memiliki jadwal penerbangan lanjutan, janji penting, atau sekadar tidak sabar untuk tiba di tujuan.
Mereka beranggapan bahwa berdiri lebih dulu akan membuat proses keluar pesawat menjadi lebih cepat. Namun, dalam praktiknya hal ini tidak selalu efektif.
Jika kursi berada di bagian tengah atau belakang kabin, penumpang tetap harus menunggu antrean penumpang di depannya untuk turun terlebih dahulu.
3. Sudah menjadi kebiasaan
Tidak semua perilaku dilakukan karena alasan yang benar-benar rasional. Dalam banyak kasus, berdiri segera setelah pesawat mendarat hanyalah kebiasaan yang terbentuk dari pengalaman perjalanan sebelumnya.
Ketika seseorang berulang kali melakukan tindakan yang sama, otak akan menganggapnya sebagai respons otomatis. Akibatnya, begitu pesawat menyentuh landasan, mereka langsung berdiri tanpa banyak berpikir, meskipun sebenarnya tidak ada kebutuhan mendesak.
4. Tubuh terasa pegal dan butuh bergerak
Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat membuat tubuh terasa kaku. Otot punggung, leher, dan kaki sering kali mengalami ketegangan akibat ruang gerak yang terbatas.
Karena itu, sebagian penumpang memilih berdiri begitu pesawat mendarat untuk meregangkan tubuh dan mengurangi rasa pegal. Berdiri sesaat memang bisa memberikan rasa nyaman setelah penerbangan panjang, meski idealnya tetap dilakukan setelah pesawat benar-benar berhenti.
5. Tidak ingin terhambat penumpang lain
Ada pula penumpang yang merasa proses turun dari pesawat berlangsung terlalu lambat. Mereka khawatir akan terjebak di belakang orang-orang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengambil barang bawaan atau keluar dari kursi.
Persepsi ini mendorong mereka untuk berdiri lebih awal dan menempatkan diri di lorong. Dalam pikiran mereka, tindakan tersebut dapat membantu menghemat waktu, meskipun kenyataannya sering kali tidak memberikan perbedaan yang signifikan.
Keselamatan tetap yang utama
Meski terlihat sepele, berdiri sebelum pesawat berhenti total sebenarnya memiliki risiko. Pesawat masih bisa bergerak saat menuju area parkir, melakukan pengereman mendadak, atau mengalami guncangan kecil yang dapat membuat penumpang kehilangan keseimbangan.
Karena itu, para penumpang disarankan tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang hingga lampu tanda sabuk pengaman dimatikan oleh awak kabin. Beberapa menit tambahan untuk menunggu mungkin terasa lama, tetapi langkah sederhana ini dapat membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan semua orang di dalam pesawat.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video carolinabeachfamilycampground]
Baca lagi: Israel Mau Kembangkan Senjata Laser Buat Jatuhkan Satelit
Baca lagi: Ongkos Verifikasi Wajah Nomor HP Kena Rp3 Ribu, Asosiasi Minta Diskon
Baca lagi: 7 Aturan Gadget untuk Anak, Orang Tua Perlu Tetapkan Batasan Jelas




18 Responses
Artikel yang menarik dengan informasi yang relevan. https://admi.net/world/ni/
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://www.intensedebate.com/people/bong88living1 di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://www.seebug.org/vuldb/ssvid-19567 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Terima kasih atas informasi yang terus diperbarui. Sangat membantu. https://netvouz.com/url/0adbc36cc695238694a399a1cbcce540
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website http://fatcow.com/blog/?p=251 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1115 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Daya guna artikel ini melampaui ekspektasi saya. Ini adalah panduan bertahan hidup di industri modern http://www.kufirst.center.ku.ac.th/rains_ku/
Tulisannya runtut dan logis, enak dibacanya. Sebagai tambahan informasi aja nih, web https://topsitenet.com/article/961627-acquiring-real-estate-doesnt-must-be-scary-or-a-little-overwhelming-investing-in-a-residence-is-a-large-expenditure-but-it-is-yet-another-fantastic/ juga ngebahas topik ini dari sisi yang berbeda.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://videos.muvizu.com/Profile/epicureannycom/Fans/ di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://pxhere.com/de/photographer/4505044 juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.
Sebuah kajian yang sangat bernilai akademis namun disajikan dengan pendekatan yang membumi https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=2009&type=site&rel=1
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?topic=349669.0 ngebahas hal yang lumayan mirip.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://en.wikipedia.org/wiki/Kwon_Young-ghil juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Setiap segmen dalam artikel ini disusun dengan rigiditas akademik yang tinggi, menjadikannya sebuah rujukan literasi yang sangat berwibawa https://chrome-stats.com/d/io.kodular.webstech65.Tennis_Machines_Tips
Penulis menyajikan teknik dekomposisi masalah yang sangat sistematis, mentransformasikan teori menjadi instrumen aksi yang fungsional https://www.primescholars.com/articles/implementing-the-right-to-postexposure-prophylaxis-for-hiv-prevention-in-a-broken-system-lessons-from-a-communitybased-o-94522.html
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://kldp.org/node/143080 nyambung banget.
Saya menikmati setiap bagian dari artikel ini. Sebelum menutup browser, saya juga sempat membuka [http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml](http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml).
Konten ini memberikan keuntungan kompetitif yang substansial karena memuat rangkuman praktik terbaik (best practices) yang teruji. https://teknokrat.ac.id/pentingnya-tujuan-fungsi-dan-manfaat-dari-menulis/