
Jakarta, carolinabeachfamilycampground Indonesia
—
Area pantai di kawasan
Pangandaran
tercemar material tumpahan
batu bara
. Habitat
penyu
yang ada di sana pun ikut terancam.
Pencemaran salah satunya terjadi di Pantai Sukaresik, Pangandaran yang menghitam gara-gara bocornya kapal tongkang pengangkut batu bara. Air laut hingga area pesisir pantai menghitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak cuma mencemari pantai, tumpahan batu bara juga mengancam area pusat konservasi penyu di Pantai Batuhiu, Pangandaran.
Pegiat Konservasi Penyu Batuhiu, Ai Giwang Sari menilai, pihak perusahaan lamban dalam melakukan tindakan pembersihan tumpahan batu bara.
Lokasi kejadian sendiri berada di zona konservasi yang dilindungi oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan. Salah satunya merupakan titik pendaratan utama bagi penyu untuk bertelur.
Lebih parah lagi, siklus bertelur penyu terjadi pada akhir bulan ini. Pendaratan induk penyu telah berlangsung sejak Mei lalu hingga Desember mendatang.
“Namun, akibat material batu bara yang terjadi sekarang, saya menduga mereka [penyu] gagal mendarat di sini, bahkan berpotensi mati,” ujar Giwang, Selasa (23/6), mengutip
detikJabar
.
Tumpahan material batu bara, lanjut Giwang, mengandung senyawa asam serta logam berat seperti merkuri yang dikhawatirkan telah merembes dan diserap oleh pasir pantai akibat sapuan ombak. Kondisi ini mengancam keberadaan telur penyu yang sudah tertimbun di dalam pasir.
“Efek buruknya, telur-telur penyu yang berada di sepanjang pesisir dipastikan akan gagal menetas menjadi tukik,” ujar dia.
Selain merusak area pendaratan penyu, sebaran limbah juga mengancam area tempat penyu mencari makan dan merusak ekosistem terumbu karang di kawasan Batu Hiu.
Giwang berharap, pemilik kapal tongkang bisa bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat tumpahan batu bara itu.
Sementara itu, hingga saat ini pengelola tongkang batu bara Nautika 22 belum memberikan keterangan jelas terkait bentuk tanggung jawab yang akan diberikan.
External Relation Trans Logistik Perkasa Agus Hermawan mengatakan, langkah pemulihan harus mengacu pada investigasi dan ketentuan yang berlaku.
“Artinya, bentuk tanggung jawab lingkungan itu ada ketentuan mengacu pada Permen Lingkungan. Maka, Kementerian Lingkungan sudah melakukan investigasi,” kata dia.
Kapal tongkang yang membawa batu bara itu ditarik kapal Tugboat Titan 22 dari Palembang dengan tujuan Cilacap. Namun di tengah jalan, kapal karam lantaran adanya kebocoran. Perjalanan kapal pun berakhir di Pantai Batukaras pada Selasa (17/6) lalu.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video carolinabeachfamilycampground]
Baca lagi: Janice Tjen Singkirkan Unggulan Kedua di Eastbourne Open 2026
Baca lagi: Kecap Manis Ternyata Mengandung Natrium, Aman Dikonsumsi?
Baca lagi: Bitcoin Ambles di Bawah US$60 Ribu, Investor Mulai Amankan Uang Tunai



8 Responses
disini saya menemukan begitu banyak pengalaman dari kedua artikel ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/rice-2/ silahkan dicoba ya
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://app.opencve.io/cve/CVE-2008-5725 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://videos.muvizu.com/Profile/bong88living/Latest/ karena materi di sana cukup relevan.
Kombinasi sempurna antara kedalaman materi, keindahan bahasa, dan ketepatan data https://forexea.forumotion.com/t10-about-signal luarbiasa pengetahuan menjadi bertambah
Selesai membaca artikel ini, ada kepuasan intelektual tersendiri yang sulit dijelaskan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B9%87hny2021/ inovasi banget jadi nya
Jika kamu hanya punya waktu untuk membaca satu hal hari ini, pastikan itu adalah artikel ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/kuai2563/ sangat memberikan semangat dan pengalaman yang luar biasa
Terus berkarya dan menghadirkan konten yang bermanfaat seperti ini. https://www.intensedebate.com/people/king88comguru
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=965 yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.